Lompat ke konten

Kalkulator jendela puasa

Untuk makan saat tengah hari dengan jadwal 16:8, berhenti makan pukul 20:00 hari sebelumnya — jendela makan 8 jam dan puasa 16 jam.

Protokol puasa

Rencana Anda

16:8: makan dari 12.00 sampai 20.00. Lalu puasa dari 20.00 sampai 12.00 hari berikutnya.

Jendela makan12.00 – 20.00
Jendela puasa20.00 – 12.00 (hari berikutnya)

puasa 16h · jendela makan 8h

Gratis, tanpa akun, tanpa aplikasi. Rencana ini tetap di perangkat Anda kecuali Anda menyalin atau membagikannya.

Sesuaikan jadwal dengan harimu

Masukkan waktu bangun, tidur, dan makan untuk melihat beberapa jendela puasa yang praktis.

Hanya perencanaan rutinitas, bukan saran medis.

Jendela yang disarankan

  • 16:8

    Jendela makan: 12.00 – 20.00

    Jendela puasa: 20.00 – 12.00 (hari berikutnya)

    Sesuai dengan waktu makan
  • 14:10

    Jendela makan: 11.00 – 21.00

    Jendela puasa: 21.00 – 11.00 (hari berikutnya)

    Dekat dengan waktu makan
  • 18:6

    Jendela makan: 13.00 – 19.00

    Jendela puasa: 19.00 – 13.00 (hari berikutnya)

    Dekat dengan waktu makan

Cari tahu kapan tepatnya berhenti makan dan kapan jendela makan Anda terbuka untuk jadwal puasa apa pun.

Pertanyaan yang sering diajukan

Jam berapa saya harus berhenti makan dengan 16:8?
Dengan jadwal 16:8 dengan jendela makan 8 jam, berhenti makan 8 jam setelah makan pertama Anda. Misalnya, jika Anda mulai makan saat tengah hari, berhenti pada pukul 20:00, kemudian puasa selama 16 jam hingga tengah hari keesokan harinya.
Apakah kalkulator bekerja untuk 18:6, 20:4, dan OMAD?
Ya. Pilih protokol apa pun dan kalkulator secara otomatis menyesuaikan jendela makan — 6 jam untuk 18:6, 4 jam untuk 20:4, dan sekitar 1 jam untuk OMAD (23:1).
Bisakah saya memulai timer dari kalkulator?
Ya. Setelah Anda mengatur jadwal, ketuk Mulai puasa ini untuk membuka timer langsung dengan protokol yang sudah dipilih.

FastWindowTimer menyediakan informasi umum dan perkiraan perencanaan, bukan saran medis. Puasa tidak cocok untuk semua orang — jika Anda hamil, memiliki riwayat gangguan makan, memiliki diabetes, atau minum obat, bicarakan dengan praktisi kesehatan terlebih dahulu.